Kamis, 13 Oktober 2016

Sehat bersama Apoteker


Kenapa ambil tema ini ? Karena merasa Peran Apoteker di masyarakat itu kurang maksimal. Program "Tanya Obat Tanya Apoteker" nampaknya juga belum memberi respon positif terhadap Apoteker. Lewat tulisan ini, saya harap masyarakat lebih menyadari akan pentingnya Peran seorang Apoteker dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit.





Ketika kita menanyakan pada anak setingkat sekolah dasar mengenai profesi seorang apoteker banyak yang belum megetahuinya. Kebanyakan ketika ditanya mengenai apa cita-cita mereka, mereka akan menjatuhkan pilihan untuk menjadi seorang dokter,perawat,polisi dan profesi-profesi yang populer lainnya. Profesi sebagai seorang Apoteker belum familiar untuk mereka. Begitu kurang akrabnya profesi seorang apoteker di kalangan masyarakat. Seolah apoteker hany a dianggap sebagai “tukang jualan obat” saja. Padahal jika ditelusuri lebih dalam seharusnya porsi seorang apoteker dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat juga sangatlah besar. Sama halnya dengan dokter,perawat dan tenaga medis lainnya, Seluruh tenaga ahli kesehatan seharusnya dapat membentuk kerjasama sebagai tim yang baik sesuai porsinya masing-masing.
            Namun, yang terjadi di Indonesia peran seorang Apoteker belum sepenuhnya dapat dipercaya oleh masyarakat. Padahal apoteker yang lebih mengerti mengenai jenis obat apa yang seharusnya dipilih oleh pasien sesuai dengan gejala yang dialaminya,efek samping apa saja yang akan ditimbulkan oleh obat-obat tersebut  serta kombinasi obat apa saja yang boleh dan tidak boleh digunakan pasien sehubungan dengan obat yang akan mereka gunakan. Di lingkungan rumah sakit peran apoteker juga belum maksimal. Hanya beberapa rumah sakit yang sudah menerapkan sistem “visit pasien”. Kegiatan “visit pasien” juga perlu dilakukan oleh seorang Apoteker mengingat Apoteker lah yang lebih memahami pemilihan obat yang sesuai dengan kondisi pasien. Dari kegiatan “visit” ini komunikasi antara pasien dengan Apoteker dapat terjalin. Pasien dapat mengeluhkan gejala apa saja yang mereka rasakan dan menceritakan jenis obat apa yang pernah diminum atau sedang diminum oleh pasien,ataukah ada gangguan penyakit lain/komplikasi. Dengan begitu Apoteker lebih mengetahui keadaan pasien yang sedang mereka tangani dan memberikan obat yang tepat. Informasi mengenai penyakit seorang pasien tidak hanya mereka terima dari hasil diagnosis seorang dokter namun juga dengan melihat sendiri kondisi pasiennya.
            Masyarakat Indonesia belum memiliki prinsip “tanya obat,tanya apoteker”. Ketika sakit terkadang  langsung mengobati nya sendiri dengan membeli obat-obat bebas di warung tanpa mempedulikan efek samping dan kontra indikasinya. Dosis yang digunakan juga asal-asalan. Padahal sangat berbahaya karena setiap tingkat keparahan penyakit memiliki dosis yang berbeda. Selain itu, faktor kondisi fisiologis juga sangat berpengaruh terhadap dosis yang diberikan. Orang satu menggunakan obat X belum tentu obat tersebut cocok digunakan untuk orang lain meskipun gejalanya sama. Tidak ada salahnya untuk berkonsultasi kepada Apoteker terlebih dahulu. Apoteker akan menanyakan  gejala yang Anda alami,sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut, obat apa saja yang sudah pernah digunakan, adakah penyakit lain yang diderita. Dengan begitu membantu Apoteker memilihkan obat yang sesuai. Setelah Apoteker memilihkan obat, Anda akan dijelaskan mengenai cara penggunaannya,khasiat obatnya,dosis,kontra indikasi dan efek samping yang akan Anda alami akibat penggunaan obat tersebut.
            Seluruh ahli tenaga kesehatan siap untuk membantu Anda. Seluruh ahli tenaga kesehatan harus berperan aktif dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Jadilah masyarakat yang cerdas dengan tidak sembarangan mendiagnosis dan sembarangan dalam memilih obat. Tanyakan terlebih dahulu pada Apoteker mengenai obat yang harus Anda pilih. Patuhilah setiap saran yang disampaikan baik oleh dokter maupun Apoteker terkait dengan pengobatan . Kepatuhan pasien pada pengobatan juga berpengaruh dalam keberhasilan menghilangkan suatu penyakit.



“Tanya obat,Tanya Apoteker”