Kamis, 07 Juli 2016

Me As A Lover Of Rain

PLUVIOPHILE
A lover of rain ; someone who finds joy and peace of mind during rainy days .


Bagi kalian yang suka sama hujan, kalian merasa kalian menemukan kedamaian ketika hujan turun maka kalian mengidap suatu keadaan psikologis yang dinamai Pluviophile. Sebenernya nggak ada yang salah dengan kita menjadi seorang pluviophile. Itu artinya kita mensyukuri nikmat Tuhan yang bernama ‘hujan” ini.


Oke, saya sendiri juga pengidap pluviophile. Saya suka suasana dingin saat hujan turun. Tidak hanya itu saya juga suka Petrikor ( bau yang dihasilkan saat hujan jatuh di tanah kering). Tanpa saya harus mendeskripsikan, you know what i mean lah. Karena bau nggak bisa buat dideskrepsikan dan pasti kalian tau baunya seperti apa. Kemudian, hal lain yang saya suka dari hujan adalah suara gemercik airnya. Syahdu banget. Suara hujan jadi semacam alunan musik klasik yang bikin hati jadi tenaaang banget. Musik favorit dah pokoknya. Sebagai seorang a lover of rain tentu kita juga suka hujan-hujanan. Sentuhan air hujan semacam terapi buat kita. Walaupun hujan-hujanan juga bisa bikin fisik kita jadi sakit sih. But the point is we find  joy and peace of mind.



Mungkin bagi orang yang nggak suka hujan atau biasa aja sama hujan atau bukan seorang pluviophile hujan bikin mereka banyak ngeluh. Contohnya adalah udah bikin janji mau ketemuan sama seseorang mau jalan-jalan trus tiba-tiba batal karena hujan. Contoh lain adalah jadi malas-malasan,bawaannya ngantuk terus, nggak mau pisah sama kasur dan selimut dengan alasan di luar hujan dan dingin. Kita sebagai seorang pluviophile tentu aja agak nggak sependapat dengan hal-hal itu. Untuk contoh yang pertama okelah bisa diterima kalau janjian mau jalan-jalan di tempat yang outdoor trus tiba-tiba hujan emang nggak ngenakin banget. Udah pasti batal tuh kencannya. Tapi kalau janjian mau ngobrol cantik sambil minum kopi di cafe trus tiba-tiba hujan masih bisa ditoleransi selama hujannya nggak lebat pakai angin kenceng. Kalau mau berangkat tinggal pake jas hujan atau payung. Kalau kejebak hujan pas udah sampai di cafe malah enak bisa ngobrol lebih lama sama temen sambil nungguin hujannya reda. Lanjut lagi di contoh yang kedua. Malas-malasan waktu hujan. Kalau seorang pluviophile justru sebaliknya. Kita jadi dapet energi positif buat nglakuin sesuatu. We get more passion to do something. Jadi semangat kita jadi nambah begitu hujan dateng. Kita jadi lebih aktif. Rasanya sayang banget kalau momen hujan itu dilewatkan cuma dengan malas-malasan. Ibaratnya kayak kita nge fans sama seseorang trus tiba-tiba orang itu dateng dan mau nemenin aktivitas kita seharian. Nggak mungkin kan kita nolak apalagi malah jadi malas-malasan. Keliatannya berlebihan sih tapi memang itu yang kita rasain.



Jadi buat kalian yang kurang suka sama hujan atau suka ngeluh waktu hujan coba nikmatin aja dulu hujannya. Coba deh waktu hujan kalian keluar tanpa jas hujan terus hujan-hujanan. Apalagi pas lagi suntuk. Bisa jadi therapy yang pas. Kita jadi terbawa kenangan masa kecil. Biasa kan anak kecil suka hujan-hujanan. Dan kenangan manis yang kembali terkenang bikin mood kita jadi baik lagi. Kalau hujan-hujanan terasa terlalu ekstrem kalian bisa coba aktivitas lain misal baca buku, minum kopi sambil nonton tv (tentu acara TV yang bisa menginspirasi kamu buat ngeluarin ide-ide kamu), main alat musik, nyanyi,nulis artikel atau cerpen dan aktivitas-aktivitas lain yang bermanfaat buat kamu. Jadi nggak ada lagi alesan yang bikin kamu males-malesan atau ngeluh karena hujan kalau kamu udah nikmatin dulu hujannya. Kamu bakal ngrasain perbedaannya kalau kamu udah jatuh cinta sama hujan.



Well, itu tadi sekelumit ceritaku tentang hujan. Mungkin juga yang aku paparkan diatas menggambarkan perasaan pluviophile-pluviophile di luar sana yang kadang suka dikatain lebay atau melankolis karena suka sama hujan. Take it easy to be different from the other. Nggak ada yang salah dengan kita mencintai hujan. Karena dengan mencintai hujan sama aja kita mensyukuri anugerah yang udah diberikan oleh Tuhan. Nggak cuma hujan tapi juga anugerah-anugerah lain yang tak terhitung banyaknya juga wajib kita syukuri. Semoga bermanfaat. See you soon.


A lover of rain,



Ajeng Windi