Minggu, 15 Januari 2017

Hidup Adalah Untuk Terus Belajar

HIDUP ADALAH UNTUK TERUS BELAJAR




Hidup adalah tentang belajar..Hidup adalah tentang berbagi ..Dan hidup adalah tentang memahami.
Seberapa lama pun kita telah habiskan usia kita dituntut untuk terus dan terus belajar..
Belajar tak hanya melalui pendidikan formal.. belajar tak harus di kelas. Belajar tak harus dengan pengajar..
Orang sering mengatakan ‘pengalaman adalah guru terbaik “
Setiap kejadian memiliki makna,setiap makna akan kita ambil sebagai pelajaran ..

Jangan membatasi diri pada satu bidang saja ..
Semua hal penting untuk kita ketahui agar kita lebih mengerti  hakikat dari kehidupan ini..
Semakin banyak kita belajar ,semakin haus diri kita akan ilmu..
Semakin kita belajar,semakin diri kita merasa rendah karena kurangnya ilmu..
Semakin kita belajar,semakin kita mengerti ilmu yang dimiliki itu untuk dibagi..
Semakin kita belajar,semakin kita lebih bijak meghadapi segala sesuatu...

Tak ada yang tak bisa terselesaikan selama kita mengerti rumus nya.
Tak ada yang tak bisa terpecahkan selama kita mencoba memahaminya.
Bagaimana kita akan paham jika kita tak pernah belajar

Belajar adalah berproses..
Proses menjadi lebih mengerti ..
Proses untuk meninggalkan yang buruk menuju ke yang baik setelah kita tau ilmunya..
Proses untuk mendapat kemudahan karena kita telah mengerti rumusnya..
Jadi belajar bukanlah tentang hasil.. Belajar bukanlah tentang menyombongkan ilmu yang dimiliki.
Jika hari ini kita gagal ,ingatlah bahwa yang terpenting adalah bagaimana kita melalui prosesnya ,apa
yang bisa kita ambil dari proses yang telah kita jalani..
BUKAN TENTANG HASIL..

Belajar lah dari mana saja..
Perbanyak lah membaca  ..
Bergurulah pada orang lain..
Bergurulah dari pengalaman ...
Jangan membatasi diri..  




Sabtu, 14 Januari 2017

Beryukur Menambah Nikmat

BERSYUKUR MENAMBAH NIKMAT




Tak ada manusia di dunia ini hidup tanpa ada masalah. Setiap orang memilikinya dengan porsi masing-masing. Porsi yang pas sesuai yang telah Allah tentukan. Bisa jadi sesuatu itu buruk bagi kita namun sebenarnya itu baik di mata Allah.

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Membandingkan kemampuan satu orang dengan orang lain bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan. Karena setiap manusia dianugerahi kemampuan dan kekurangan. Iri terhadap apa yang orang lain dapatkan juga sikap yang kurang bijak. Kita tak pernah tau hal apa yang telah diambil Allah dari orang tersebut sehingga Allah menggantinya dengan kenikmatan. Iri dibolehkan sebatas jika itu merupakan kebaikan. Misalnya iri terhadap orang lain yang ibadahnya lebih bagus dan memotivasi kita untuk seperti dirinya. 

Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Kenikmatan sejatinya tak perlu dicari. Kenikmatan sejatinya adalah ketika diri kita mampu menerima setiap apa yang didapat dan menerima setiap kejadian dengan penuh ikhlas hanya mengharap ridho Allah. Kenikmatan bukan mengenai sedikit banyak yang mampu kita peroleh namun seberapa banyak kita mampu menerima dan mensyukurinya.

Selalu berpegang teguh pada janji Allah bahwa Allah akan menambah kenikmatan jika kita mampu bersyukur.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. [Ibrâhîm/14:7]

Self-reminder bagi diri saya sendiri khususnya dan teruntuk teman-teman yang saya cintai ayo mulai dari sekarang biasakan bersyukur terhadap apapun yang kita peroleh. Selama kita sudah kerahkan seluruh usaha seluruh daya upaya kita untuk memperoleh yang terbaik,apapun hasilnya tetap harus disyukuri. Jika apa yang kita peroleh ternyata tak sesuai dengan apa yang kita harapkan maka bisa jadi itulah yang terbaik bagi kita menurut Allah. Selalu katakan pada diri sendiri bahwa “ Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik selama aku terus berusaha serta berdoa”  Dan yakini di dalam hati bahwa apa-apa yang datangnya dari Allah pastilah itu merupakan kebaikan.
Bersyukur tak sebatas lisan yang berkata “alhamdulillah” tetapi harus benar-benar diyakini dalam hati bahwa kita merasa cukup dan merasa bahagia atas pemberian dan ketetapan-Nya.

Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

“Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allâh, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.” [An-Nahl/16:53]

Tak lupa untuk selalu istighfar agar dijauhkan dari godaan syaitan. Syaitan bisa masuk melewati pintu mana saja. Lengah sedikit saja pertahanan iman,syaitan dapat dengan mudahnya menghasut. Selalu dekatkan diri kepada Allah. Memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari segala penyakit hati seperti iri dan sombong.

إِنِّيْ لَأُحِبُّكَ ، لاَ تَدَعَنَّ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُوْلُ: اَللّٰهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

“Sungguh aku mencintaimu, janganlah engkau tinggalkan di akhir (setelah selesai) setiap shalat untuk mengucapkan ; ‘Ya Allâh, tolonglah aku untuk berdzikir (selalu ingat) kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta memperbaiki ibadah kepada-Mu’.”[5]


Jadi,cukup bahagia sewajarnya,sedih seperlunya dan BERSYUKUR SEBANYAK-BANYAK NYA YAA (:

Selasa, 25 Oktober 2016

Bisa Jauh Dari Gadget ? Kenali Beberapa Manfaat Ketika Kamu Mulai Tidak Bergantung Lagi Pada Gadget mu

MANFAAT MENGHILANGKAN KECANDUAN GADGET




Di masa globalisasi seperti sekarang ini kebutuhan akan gadget seperti smartphone,laptop, ataupun tablet PC semakin meningkat. Gadget seolah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang. Bagaimana tidak jika di kehidupan sekarang ini kita dituntut untuk serba cepat. Kita dituntut untuk terus mengikuti segala perkembangan informasi agar tidak tertinggal. Segala sistem sudah dilakukan secara online. Untuk bertransaksi melaui bank dapat menggunakan layanan e-banking,untuk membantu kegiatan belajar mengajar dapat digunakan layanan e-learning,untuk membaca berbagai artikel dan buku dapat digunakan layanan ebook,untuk berkomunikasi dengan banyak orang dapat menggunakan sosial media,berbelanja pun dapat dilakukan secara online dan masih banyak lagi contoh lainnya. Segala layanan tersebut dapat kita akses hanya dengan gadget dan koneksi internet. Itulah mengapa gadget menjadi barang kebutuhan wajib ada. Ada juga beberapa orang yang memiliki gadget hanya untuk menaikkan status sosial mereka. Mereka beranggapan semakin canggih atau mahal gadget yang mereka punyai semakin membuat mereka terlihat “high class” dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Sering kita jumpai di cafe atau di tempat-tempat lain ketika ada beberapa orang sedang berkumpul dengan teman lama mereka,sebagian dari mereka malah asyik dengan gadget masing-masing. Waktu yang seharusnya diluangkan untuk saling menanyakan kabar,saling bercanda dan menceritakan pengalaman terbuang sia-sia hanya karena sibuk dengan gadget. Gadget dapat kita operasikan dimanapun dan kapanpun. Yang terpenting adalah kita dapat membuat waktu yang kita luangkan untuk bertemu denga teman menjadi lebih berkualitas.
Marilah kita koreksi kembali. Sudahkah kita gunakan gadget secara bijak ? sudahkah kita memaksimalkan penggunaan gadget untuk hal-hal yang bermanfaat ? ataukah gadget malah menghambat kita untuk menjadi lebih produktif ? apakah gadget hanya kita gunakan untuk megukur kelas atau status sosial ? tanyakan lah hal tersebut pada diri kita masing-masing.
Penggunaan gadget haruslah terkontrol dan terstuktur. Apa artinya ? gadget harus dapat memberi manfaat,memberi dampak positif dan digunakan seperlunya. Fenomena yang terjadi di masyarakat khususnya pada remaja Indonesia terhadap penggunaan gadget masih jauh dari yang diharapkan. Kebanyakan dari mereka menggunakan gadget sebatas untuk online pada akun sosial media yang mereka miliki dan bermain game online bahkan hingga ber jam-jam. Tidak hanya pada kalangan remaja,bahkan orang yang sudah dewas pun juga terkadang lupa waktu ketika sudah asyik dengan gadget. Hal tersebut tentu saja menghambat mereka untuk menjadi lebih produktif. Pekerjaan yang seharusnya bisa cepat selesai menjadi terhambat karena terlalu asyik dengan gadget dan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Ketergantungan pada gadget membentuk pola pikir mereka bahwa mereka seakan tak bisa hidup sehari tanpa gadget. Lebih baik dompet yang tertinggal daripada gadget. Hal tersebut sudah menimbulkan tingkat ketergantungan terhadap gadget yang tinggi.
Sebenarnya banyak manfaat yang akan diperoleh ketika kita tidak terlalu bergantung pada gadget. Berikut akan diuraikan beberapa manfaatnya
1.  Lebih menghargai waktu
Bagi orang yang sudah menyadari bahwa selama ini gadget tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat dan mulai meninggalkan gadget Ia akan lebih menghargai setiap waktu yang ada. Mereka akan menggunakan gadget hanya untuk kebutuhan mendesak saja dan yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. Selebihnya ia tidak akan menggunakan gadget. Sehingga setiap pekerjaan mereka tidak akan terhambat hanya karena terlalu asik dengan gadget
2.    Lebih suka bersosialisasi secara nyata daripada hanya melalui dunia maya
Interaksi secara langsung memiliki beberapa keuntungan diantaranya kita dapat menilai bagaimana karakter sesungguhnya dari seseorang. Melalui kontak mata dan gestur tubuh ketika berbicara sudah dapat menggambarkan kepribadian seseorang meskipun hal tersebut juga bukan penilaian mutlak terhadap kepribadian seseorang. Dengan bertatap muka secara langsung keakraban lebih mudah terjalin. Dengan terciptanya keakraban menciptakan suasana yang lebih santai sehingga banyak hal dapat didiskusikan. Saling bertukar pengalaman dan menceritakan hal-hal konyol yang pernah dialami tentu lebih seru jika dilakukan dengan tatap muka secara langsung.
3.   Dapat mengembangkan  potensi yang dimiliki
Setiap orang tentu memiliki hobby atau kegemaran. Kegemaran adalah suatu kegiatan yang paling disukai dan tidak menimbulkan kebosanan ketika dilakukan berulang-berulang. Bahkan kegemaran menumbukan kegairahan  tersendiri. Kita selalu merasa bersemangat ketika melakukan kegemaran tersebut. sayangnya,banyak yang menganggap bahwa kegemaran hanya sekedar aktivitas di sela-sela kesibukan padahal jika ditekunui,kegemaran dapat mendatangkan keuntungan. Untuk dapat menekuninya dibutuhkan niat yang sungguh-sungguh. Selalu berpikir optimis bahwa selama kita ada niat,kita mampu melakukannya. Gunakan waktu luang untuk menekuni kegemaran daripada untuk bermain gadget dan menggunakannya untuk hal yang tidak berguna. Ingatlah selalu bahwa keberhasilan tidak diperoleh dengan cara bermalas-malasan.
4.  Lebih tenang hidupnya
Seperti yang dipaparkan pada penjelasan diatas bahwa kini orang beranggapan bahwa tanpa gadget mereka akan mati gaya. Artinya  mereka akan gelisah ketika tidak membawa gadget. Padahal hidup mereka tidak bergantung pada gadget. Misal ketika tersesat di jalan masih bisa bertanya pada orang di sekitar tanpa harus menggunakan aplikasi GPS pada Smartphone. Gadget juga bukan suatu perangkat yang dapat meningkatkan kepercayaan diri. Dengan jauh dari gadget otomatis akan menjauhkan kita dari sosial media. Kita tak perlu ambil pusing lagi mengenai apa yang orang-orang tulis di sosial media.
5.   Dapat mulai melakukan berbagai kebiasaan baik
Jika biasanya hampir setiap saat kita asyik memainkan gadget bahkan hingga lupa waktu dan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,maka dengan adanya pengurangan intensitas untuk bermain gadget kita bisa membiasakan diri melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Misal membiasakan diri untuk membaca buku atau membaca majalah. Namun ingat yang dimaksud membaca disini adalah membaca dalam bentuk hardcopy. Meskipun sudah banyak layanan berita secara imline maupun membaca buku secara online namun jika secara online otomatis kita akan membuka gadget kemudian tergoda untuk membuka akun sosial media atau bermain game.

Itulah tadi sekelumit mengenai hal-hal yang dapat kita rasakan ketika kita tidak bergantung pada gadget. Memang,gadget membawa dampak yang baik karenanya kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat tetapi yang perlu diingat adalah intensitas penggunaan gadget harus terkontrol. Gunakan gadget untuk hal-hal yang dirasa membawa manfaat saja dan batasi waktu penggunaannya. Ketergantungan terhadap sesuatu membuat kita tidak produktif,mandiri dan tidak percaya akan kemampuan diri sendiri. Jauhkan gadget dan mulailah mengeksplorasi diri kalian... 

Kamis, 13 Oktober 2016

Sehat bersama Apoteker


Kenapa ambil tema ini ? Karena merasa Peran Apoteker di masyarakat itu kurang maksimal. Program "Tanya Obat Tanya Apoteker" nampaknya juga belum memberi respon positif terhadap Apoteker. Lewat tulisan ini, saya harap masyarakat lebih menyadari akan pentingnya Peran seorang Apoteker dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit.





Ketika kita menanyakan pada anak setingkat sekolah dasar mengenai profesi seorang apoteker banyak yang belum megetahuinya. Kebanyakan ketika ditanya mengenai apa cita-cita mereka, mereka akan menjatuhkan pilihan untuk menjadi seorang dokter,perawat,polisi dan profesi-profesi yang populer lainnya. Profesi sebagai seorang Apoteker belum familiar untuk mereka. Begitu kurang akrabnya profesi seorang apoteker di kalangan masyarakat. Seolah apoteker hany a dianggap sebagai “tukang jualan obat” saja. Padahal jika ditelusuri lebih dalam seharusnya porsi seorang apoteker dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat juga sangatlah besar. Sama halnya dengan dokter,perawat dan tenaga medis lainnya, Seluruh tenaga ahli kesehatan seharusnya dapat membentuk kerjasama sebagai tim yang baik sesuai porsinya masing-masing.
            Namun, yang terjadi di Indonesia peran seorang Apoteker belum sepenuhnya dapat dipercaya oleh masyarakat. Padahal apoteker yang lebih mengerti mengenai jenis obat apa yang seharusnya dipilih oleh pasien sesuai dengan gejala yang dialaminya,efek samping apa saja yang akan ditimbulkan oleh obat-obat tersebut  serta kombinasi obat apa saja yang boleh dan tidak boleh digunakan pasien sehubungan dengan obat yang akan mereka gunakan. Di lingkungan rumah sakit peran apoteker juga belum maksimal. Hanya beberapa rumah sakit yang sudah menerapkan sistem “visit pasien”. Kegiatan “visit pasien” juga perlu dilakukan oleh seorang Apoteker mengingat Apoteker lah yang lebih memahami pemilihan obat yang sesuai dengan kondisi pasien. Dari kegiatan “visit” ini komunikasi antara pasien dengan Apoteker dapat terjalin. Pasien dapat mengeluhkan gejala apa saja yang mereka rasakan dan menceritakan jenis obat apa yang pernah diminum atau sedang diminum oleh pasien,ataukah ada gangguan penyakit lain/komplikasi. Dengan begitu Apoteker lebih mengetahui keadaan pasien yang sedang mereka tangani dan memberikan obat yang tepat. Informasi mengenai penyakit seorang pasien tidak hanya mereka terima dari hasil diagnosis seorang dokter namun juga dengan melihat sendiri kondisi pasiennya.
            Masyarakat Indonesia belum memiliki prinsip “tanya obat,tanya apoteker”. Ketika sakit terkadang  langsung mengobati nya sendiri dengan membeli obat-obat bebas di warung tanpa mempedulikan efek samping dan kontra indikasinya. Dosis yang digunakan juga asal-asalan. Padahal sangat berbahaya karena setiap tingkat keparahan penyakit memiliki dosis yang berbeda. Selain itu, faktor kondisi fisiologis juga sangat berpengaruh terhadap dosis yang diberikan. Orang satu menggunakan obat X belum tentu obat tersebut cocok digunakan untuk orang lain meskipun gejalanya sama. Tidak ada salahnya untuk berkonsultasi kepada Apoteker terlebih dahulu. Apoteker akan menanyakan  gejala yang Anda alami,sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut, obat apa saja yang sudah pernah digunakan, adakah penyakit lain yang diderita. Dengan begitu membantu Apoteker memilihkan obat yang sesuai. Setelah Apoteker memilihkan obat, Anda akan dijelaskan mengenai cara penggunaannya,khasiat obatnya,dosis,kontra indikasi dan efek samping yang akan Anda alami akibat penggunaan obat tersebut.
            Seluruh ahli tenaga kesehatan siap untuk membantu Anda. Seluruh ahli tenaga kesehatan harus berperan aktif dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Jadilah masyarakat yang cerdas dengan tidak sembarangan mendiagnosis dan sembarangan dalam memilih obat. Tanyakan terlebih dahulu pada Apoteker mengenai obat yang harus Anda pilih. Patuhilah setiap saran yang disampaikan baik oleh dokter maupun Apoteker terkait dengan pengobatan . Kepatuhan pasien pada pengobatan juga berpengaruh dalam keberhasilan menghilangkan suatu penyakit.



“Tanya obat,Tanya Apoteker”

Jumat, 09 September 2016

DIMENSI HATI



                                    

  DIMENSI HATI

Wahai hati tak pernahkah kau merasa puas?
Wahai hati tak pernahkah kau bersyukur ?
Wahai hati tak pernahkah kau tak risau ?
Wahai hati tak pernahkah kau bisa berdamai dengan logika ?
Wahai hati tak pernahkah kau menjadi mudah untuk dimengerti ?

Hati...
Rasanya sudah lelah aku paksakan diri untuk mengerti
Tak akan jua mengembalikan waktu yang telah terlewati
Kini akan ku nikmati segala rasa yang memang telah tersaji
Karena segala retorisme tentang hati tak kan pernah terpahami



-AW-

JERAT

                                                JERAT
Terpenjara dalam lingkar zona nyaman..
Terjerat kuat tali kemalasan..
Terkalahkan oleh ego tanpa nalar.
Terbunuh jalannya waktu yang kejam..
Tercambuk pahitnya harapan tanpa kenyataan..

Menyalahkan keadaan dan lingkungan..
Menerka-nerka yang tak pernah ada..
Mencari pelampiasan atas ketidakadilan yang dirasa.
Mengucap beribu angan tanpa pembuktian..
Meringkuk pasrah tak berani melangkah..

Terjebak pada rutinitas yang selalu sama..
Tak berani melampaui batas kemampuan..
Terkatung-katung semua impian yang digantungkan..
Takut bilang tidak pada rasa nyaman yang menghampiri
Tak punya tujuan dan arah hidup yang pasti..

Setelah waktu tak dapat kembali diputar..
Sesal yang hanya akan datang menghampiri..
Sampaikan pada tekad yang sekuat baja..
Sekarang masih sanggupkah untuk bangkit ?
Sanggupkah mengejar waktu yang tertinggal ?

                                                                                                          -AW-

Sabtu, 23 Juli 2016

Sinopsis Buku "Jilbab Traveler. Love Sparks In Korea"







Orang yang dijuluki “Jilbab Traveler” itu bernama Rania. Rania merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara dengan seorang kakak laki-laki dan perempuan bernama Eron dan Tia. Rania dan keluarganya tinggal di pinggiran rel kereta api. Bunyi berisik kereta api yang selalu melintas di depan rumahnya sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan, Rania kecil dan kedua saudaranya sering sekali berlari mengejar kereta yang melintas. Dan dari situlah mimpi-mimpi Rania dimulai.
Rania sangat dekat dengan ayahnya. Ayah Rania selalu bercerita  mengenai sosok Penjelajah Muslim terhebat di dunia yang bernama Ibnu Batutah. Dari cerita-cerita ayahnya itulah Rania terobsebsi menjadi seorang penjelajah Sang ayah sangat mendukung keinginan putrinya itu. Tak lupa sang ayah selalu memberikan  motivasi kepada Rania untuk meyakini semua minpinya kelak pasti kan menjadi nyata. Kereta api yang setiap hari dikejarnya pasti suatu saat nanti benar-benar akan mengantarkan rania ke berbgai tempat terindah di bumi ini.
Namun sepertinya tak mudah bagi Rania untuk menggapai mimpi-mimpinya itu. Rania kecil sudah sering sakit-sakitan. Rania merasa dirinya tak mampu menggapai mimpinya. Untuk datang ke sekolah pun Rania tak sanggup karena harus menjalani pengobatan rutin setiap harinya. Namun orangtua Rania tak henti-hentinya memberi dukungan kepada Rania. Kedua orangtua Rania memanggil seorang guru privat bahasa inggris dan mandarin untuk mengajari Rania di rumah. Rania pun mulai senang menulis dan membuat sebuah cerita. Dari situlah satu per satu keinginan Rania mulai terwujud.
Rania mulai memberanikan diri untuk menjelajah. Dan dari setiap perjalanan yang ia lakukan hanya satu tujuannya yaitu dekat dengan Sang Pencipta. Berbagai lembah dan gunung telah berhasil Rania lewati. Tak hanya mejelajahi Indonesia aja namun juga berbagai negrara di dunia. Rania selalu menceritakan setiap kisah perjalanan nya sebagai seorang “ Jilbab Traveler” hingga akhirnya terbitlah belasan buku karya Rania yang ternyata sangat digemari oleh para pembaca.
Hal itulah yang akhirnya membawa Rania menuju kesuksesan. Berbagai tawaran mengisi acara talk show pun sering menghampiri. Tak hanya di dalam negeri bahkan undangan dari luar negeri pun sering ia terima. Dan salah satunya adalah undangan dari negara Korea Selatan. Meski beberapa kali dirinya pernah mengunjungi negara ginseng tersebut sebelumnya namun ada hal yang berbeda dari perjalanannya kali ini.
Dari perjalanannya ke Korea Selatan itulah ia akan bertemu seorang pemuda Korea bernama Hyun Gun. Yang dulu secara tak sengaja pernah menyelamatkannya dari pencopet saat ia berada di Nepal. Pertemuan diantara mereka berdua menjadi lebih sering terjadi dan dari situlah mulai tumbuh rasa cinta diantara keduanya. Hyun Gun mencintai Rania. Hyun gun secara tidak sengaja pernah mengatakan bahwa dia menyukai Rania Namun Rania tak terlalu mempedulikan mengingat Hyun Gun masih menyimpan Chin Sun didalam hatinya.
Takdir berkata lain, semakin Rania menjauhi Hyun Gun maka semakin Rania memikirkannya. Apalagi dikejutkan dengan pernyataan Hyun Gun yang mengatakan dirinya sudah masuk Islam sejak dirinya berada di Indonesia hanya saja dia belum secara sempurna melakukan segala yang diwajibkan dalam islam. Hal yang menjadi penghambat diantara mereka kini terasa sudah lenyap. Hyun Gun dan Rania memiliki keyakinan yang sama. Namun tentu saja bukan hanya itu yang dipertimbangkan. Masih banyak hal-hal lain yang menjadi pertimbangan Rania. Rania baru saja mengenal pemuda itu dan banyak hal yang belum Rania ketahui tentang Hyun Gun.
Selain Hyun Gun ada pemuda lain  yang juga mendekati Rania. Pemuda itu bernama Ilhan. Tetangga Rania di rumah barunya. Ilhan sudah sangat dekat dengan keluarga Rania. Bahkan keluarga Rania sering menjodoh-jodohkan Rania dengan Ilhan. Ilhan yang saat itu memiliki trauma dengan pesawat memberanikan diri melawan rasa taakutnya demi menyusul Rania ke Korea dan melamarnya. Rania menolak tawaran itu karena Rania tak mencintai Ilhan. Hyun Gun mengetahui hal itu. lantas Hyun Gun melakukan hal yang sama di keesokan harinya. Hyun Gun rela memangkas rambutnya yang gondrong dan mencukur kumisnya demi Rania.
Rania mulai menyadari bahwa yang ia cintai dan ia butuhkan adalah Hyun Gun. Rania mencintai Hyun Gun. Hyun Gun memberanikan diri untuk melamar Rania. Hyun Gun menyatakan bahwa da ingin menemani Rania kemanapun Rania pergi, ia ingin menjaga Rania. Seperti yang pernah ia tulis daalam gembok cinta di namsan tower saat ia dan Rania berkunjung kesana, Hyun Gun menuliskan “Fly with You”. Ia ingin terbang bersama Rania. Dia menyatakan bahwa Rania telah mencuri mimpi-mimpinya dan dia suka Rania.Lalu Rania pun akhirnya menerima lamaran Hyun gun.

Perjalanan hidup yang sungguh tak mudah namun dengan keyakinan kuat,kegigihan,semangat untuk terus mencoba serta doa kita akan bisa mencapainya.